Mulai 1 Januari 2026, peserta BPJS Kesehatan perlu memperhatikan aturan terbaru terkait Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Program ini menjadi bagian penting dalam upaya mendeteksi risiko penyakit lebih awal.
Melalui skrining kesehatan, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatannya saat ini. Hasil yang muncul dapat membantu peserta mengambil langkah pencegahan sebelum gangguan kesehatan berkembang lebih jauh.
Proses skrining dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. Peserta cukup menggunakan ponsel atau komputer yang terhubung dengan internet untuk mengakses layanan tersebut.
Pemeriksaan awal ini hanya membutuhkan beberapa menit. Peserta diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi kesehatan, kebiasaan hidup, serta riwayat penyakit yang pernah dialami.
Kebijakan skrining tahunan ini juga bertujuan membantu fasilitas kesehatan memperoleh informasi awal yang lebih lengkap sehingga pelayanan medis dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Daftar Isi
- 1 Apa Itu Skrining Kesehatan?
- 2 Mengapa Skrining Kesehatan Menjadi Kewajiban pada 2026?
- 3 Link Web Skrining BPJS Kesehatan 2026
- 4 Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026
- 5 Cara Membaca Hasil Skrining BPJS Kesehatan
- 6 Penyakit yang Dapat Dideteksi Melalui Skrining
- 7 Hasil Riwayat Skrining Kesehatan
- 8 Kapan Skrining BPJS Kesehatan Bisa Dilakukan Lagi?
- 9 Tips Agar Hasil Skrining Lebih Akurat
- 10 Pentingnya Skrining Kesehatan bagi Peserta BPJS
Apa Itu Skrining Kesehatan?
Skrining kesehatan BPJS merupakan layanan penilaian risiko kesehatan yang disediakan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional. Fitur ini digunakan untuk mengenali potensi penyakit sejak tahap awal.
Melalui serangkaian pertanyaan yang disusun secara sistematis, peserta dapat mengetahui kemungkinan risiko terhadap berbagai penyakit kronis yang sering terjadi di masyarakat.
Skrining bukanlah alat diagnosis medis. Hasil yang diperoleh hanya berupa pemetaan risiko sehingga peserta tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan indikasi tertentu.
Beberapa penyakit yang menjadi fokus penilaian antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, tuberkulosis, hepatitis, kanker serviks, kanker payudara, serta thalasemia.
Informasi yang diperoleh dari skrining dapat menjadi dasar bagi peserta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai kebutuhan.
Mengapa Skrining Kesehatan Menjadi Kewajiban pada 2026?
Penerapan skrining tahunan dilakukan untuk memperkuat langkah pencegahan penyakit. Banyak kasus penyakit kronis baru diketahui ketika kondisinya sudah cukup berat dan membutuhkan penanganan lebih kompleks.
Melalui pengisian skrining secara rutin, risiko kesehatan dapat dikenali lebih cepat. Hal ini memungkinkan peserta memperoleh edukasi, pemeriksaan lanjutan, maupun pengobatan lebih dini.
BPJS Kesehatan juga memanfaatkan data skrining sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kesehatan. Informasi tersebut membantu tenaga medis memahami kondisi peserta sebelum pemeriksaan dilakukan.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka komplikasi penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dan penanganan sejak awal.
Link Web Skrining BPJS Kesehatan 2026
Peserta yang ingin melakukan skrining melalui browser dapat mengakses laman resmi berikut:
- https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining
Pastikan menggunakan situs resmi BPJS Kesehatan untuk menjaga keamanan data pribadi. Hindari memasukkan informasi kepesertaan pada tautan yang tidak jelas sumbernya.
Sebelum memulai pengisian, siapkan Nomor Induk Kependudukan atau nomor kartu BPJS Kesehatan, tanggal lahir, serta nomor telepon aktif yang masih dapat digunakan.
Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026
Proses pemeriksaan riwayat kesehatan dapat dilakukan melalui situs web maupun aplikasi Mobile JKN. Kedua metode memiliki langkah yang hampir serupa.
1. Melalui Web
Ikuti langkah berikut untuk melakukan skrining kesehatan melalui situs resmi BPJS Kesehatan:
- Buka laman skrining BPJS Kesehatan.
- Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan.
- Isi tanggal lahir sesuai data kepesertaan.
- Ketik kode verifikasi yang tampil pada layar.
- Klik tombol Cari Peserta.
- Baca informasi yang tersedia lalu pilih Setuju.
- Masukkan data berat badan dan tinggi badan.
- Sistem akan menghitung Indeks Massa Tubuh secara otomatis.
- Isi nomor telepon aktif.
- Jawab seluruh pertanyaan kesehatan hingga halaman terakhir.
- Klik Simpan setelah semua data terisi.
- Pilih Setuju untuk menyelesaikan proses.
- Tunggu hingga hasil skrining ditampilkan.
Setelah seluruh tahapan selesai, sistem akan menampilkan ringkasan hasil penilaian kesehatan beserta informasi mengenai potensi risiko penyakit tertentu.
2. Melalui Aplikasi
Peserta juga dapat menggunakan aplikasi Mobile JKN yang tersedia untuk perangkat Android maupun iPhone. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Unduh dan buka aplikasi Mobile JKN.
- Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
- Pilih menu Lainnya pada halaman utama.
- Tekan menu Skrining Riwayat Kesehatan.
- Tentukan nomor kartu peserta yang akan diperiksa.
- Pilih tombol Setuju.
- Masukkan tinggi badan dan berat badan terbaru.
- Periksa hasil perhitungan IMT yang muncul.
- Klik Selanjutnya.
- Jawab seluruh pertanyaan yang tersedia.
- Tekan tombol Simpan setelah selesai.
- Konfirmasi dengan memilih Setuju.
- Lihat hasil skrining yang ditampilkan sistem.
Aplikasi juga menyediakan fitur peninjauan ulang jawaban sehingga peserta dapat memeriksa kembali data yang sebelumnya telah diisi.
Cara Membaca Hasil Skrining BPJS Kesehatan
Banyak peserta merasa bingung ketika pertama kali melihat hasil skrining. Padahal, informasi yang ditampilkan cukup mudah dipahami apabila mengetahui arti setiap indikatornya.
Pada bagian akhir hasil skrining biasanya muncul status risiko kesehatan. Secara umum, peserta akan memperoleh kategori berupa risiko rendah atau tidak berisiko, serta kategori berisiko terhadap penyakit tertentu.
Apabila sistem menunjukkan status tidak berisiko, peserta tetap disarankan menjaga pola hidup sehat dan melakukan skrining kembali pada periode berikutnya sesuai ketentuan.
Sementara itu, apabila hasil menunjukkan adanya risiko penyakit, peserta sebaiknya tidak langsung panik. Hasil tersebut bukan diagnosis medis, melainkan sinyal untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Peserta dapat berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama agar mendapatkan evaluasi medis yang lebih akurat sesuai kondisi masing-masing.
Penyakit yang Dapat Dideteksi Melalui Skrining
Fitur skrining BPJS dirancang untuk mengidentifikasi kemungkinan risiko sejumlah penyakit yang banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia. Beberapa penyakit yang menjadi fokus penilaian meliputi:
- Hipertensi.
- Stroke.
- Penyakit jantung iskemik.
- Diabetes melitus.
- Kanker payudara.
- Kanker serviks.
- Thalasemia.
- Tuberkulosis.
- Hepatitis B.
- Hepatitis C.
Daftar tersebut dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai kebijakan BPJS Kesehatan dan perkembangan program pencegahan penyakit nasional.
Hasil Riwayat Skrining Kesehatan
Setelah menyelesaikan pengisian kuesioner, sistem akan menyimpan data hasil skrining sebagai bagian dari riwayat kesehatan peserta.
Riwayat ini dapat menjadi referensi ketika peserta ingin membandingkan kondisi kesehatannya dari tahun ke tahun. Dengan demikian, perubahan risiko kesehatan dapat lebih mudah dipantau.
Peserta juga dapat melihat kembali jawaban yang pernah diberikan melalui fitur review jawaban. Fitur tersebut membantu memastikan tidak ada informasi yang terlewat saat proses pengisian.
Data riwayat yang tersimpan juga berguna ketika peserta berkonsultasi dengan tenaga medis karena dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi kesehatannya.
Kapan Skrining BPJS Kesehatan Bisa Dilakukan Lagi?
Skrining kesehatan BPJS hanya dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh peserta yang telah menyelesaikan proses skrining pada tahun berjalan.
Apabila seseorang telah melakukan skrining pada tahun 2026, maka kesempatan berikutnya baru tersedia pada tanggal 1 Januari tahun selanjutnya.
Sebagai contoh, peserta yang menyelesaikan skrining pada Februari 2026 tetap harus menunggu hingga 1 Januari 2027 untuk melakukan pengisian ulang.
Karena itu, peserta disarankan mengisi seluruh pertanyaan dengan teliti sejak awal agar hasil yang diperoleh dapat memberikan gambaran risiko kesehatan secara lebih akurat.
Tips Agar Hasil Skrining Lebih Akurat
Akurasi hasil sangat bergantung pada data yang dimasukkan peserta. Informasi yang tidak sesuai kondisi sebenarnya dapat memengaruhi penilaian risiko yang dihasilkan sistem.
Agar hasil lebih mendekati kondisi kesehatan nyata, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan data berat badan terbaru.
- Ukur tinggi badan secara benar.
- Jawab seluruh pertanyaan dengan jujur.
- Jangan mengosongkan pertanyaan penting.
- Siapkan informasi riwayat penyakit keluarga.
- Isi skrining saat kondisi tubuh normal.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu sistem menghasilkan penilaian risiko yang lebih relevan dan bermanfaat.
Pentingnya Skrining Kesehatan bagi Peserta BPJS
Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan pengobatan. Banyak penyakit kronis berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang mudah dikenali pada tahap awal.
Melalui skrining kesehatan, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenali potensi risiko sebelum penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan sulit ditangani.
Program ini juga membantu masyarakat membangun kebiasaan memantau kesehatan secara berkala. Kesadaran tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Bagi tenaga kesehatan, data skrining memberikan informasi awal yang berguna dalam menentukan langkah pemeriksaan lanjutan maupun edukasi kesehatan yang tepat.
Karena dilakukan tanpa biaya tambahan dan dapat diakses secara daring, skrining kesehatan menjadi salah satu layanan preventif yang patut dimanfaatkan oleh seluruh peserta BPJS Kesehatan.








