Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang berbeda bagi umat Islam. Sejak malam takbiran, gema pujian kepada Allah SWT mulai terdengar di masjid, mushala, hingga rumah warga.
Sholat Idul Adha menjadi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai spiritual dan sosial yang besar. Momen ini juga mengingatkan umat Islam pada kisah ketakwaan Nabi Ibrahim AS.
Selain menjadi awal pelaksanaan ibadah kurban, sholat Idul Adha juga mempererat hubungan antarjamaah. Banyak keluarga datang bersama ke lapangan maupun masjid sejak pagi hari.
Tidak sedikit umat Islam yang masih mencari tata cara sholat Idul Adha karena ibadah ini hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Karena itu, memahami urutannya menjadi hal penting.
Pelaksanaan sholat Idul Adha sebenarnya tidak jauh berbeda dari sholat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada jumlah takbir tambahan pada setiap rakaatnya.
Agar ibadah berjalan khusyuk dan tidak bingung saat berjamaah, jamaah perlu mengetahui niat, urutan gerakan, bacaan takbir, hingga waktu terbaik pelaksanaannya.
Daftar Isi
Jam Berapa Sholat Idul Adha Dilaksanakan?
Sholat Idul Adha dilaksanakan setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Waktu paling utama dimulai sekitar 15 sampai 20 menit setelah matahari terbit.
Di Indonesia, pelaksanaan sholat Idul Adha umumnya berlangsung pada pukul 06.00 sampai 07.30 pagi. Jadwal dapat berbeda tergantung lokasi dan keputusan pengurus masjid setempat.
Pelaksanaan sholat Idul Adha dianjurkan lebih awal dibanding Idul Fitri. Tujuannya agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui jadwal pasti, sebaiknya memantau pengumuman dari masjid, pemerintah daerah, atau organisasi Islam di wilayah masing masing.
Hukum Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha memiliki hukum sunnah muakkadah. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan umat Islam.
Anjuran tersebut berlaku bagi laki laki maupun perempuan. Bahkan, umat Islam yang sedang bepergian juga tetap dianjurkan melaksanakan sholat hari raya ini.
Walau bersifat sunnah, sholat Idul Adha mempunyai keutamaan besar karena menjadi syiar Islam yang dilakukan bersama sama oleh umat Muslim di berbagai daerah.
Niat Sholat Idul Adha
Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha, jamaah dianjurkan menghadirkan niat di dalam hati sesuai posisi sebagai imam, makmum, maupun sholat sendiri.
1. Niat Sholat Idul Adha untuk Imam
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan li‘iidal adhhaa rak‘ataini imaaman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya, “Saya berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Sholat Idul Adha untuk Makmum
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan li‘iidal adhhaa rak‘ataini ma’muuman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya, “Saya berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Sholat Idul Adha Sendiri
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan li‘iidal adhhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Artinya, “Saya berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Idul Adha
Pelaksanaan sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir tambahan, sedangkan rakaat kedua terdapat lima takbir tambahan.
1. Rakaat Pertama
- Membaca niat di dalam hati sebelum takbiratul ihram agar tujuan ibadah benar benar ditujukan hanya kepada Allah SWT semata.
- Mengucapkan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga seperti pelaksanaan sholat pada umumnya.
- Membaca doa iftitah secara perlahan sebelum memasuki rangkaian takbir tambahan pada rakaat pertama sholat Idul Adha.
- Mengumandangkan tujuh kali takbir tambahan. Di sela sela takbir dianjurkan membaca dzikir dan pujian kepada Allah SWT.
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaah walhamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.
Artinya, “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
- Sebagian ulama juga menganjurkan membaca doa tambahan agar suasana ibadah terasa lebih khusyuk dan penuh harapan kepada Allah SWT.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي
Allaahummaghfir lii warhamnii wahdinii wa ‘aafinii warzuqnii.
Artinya, “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah petunjuk, sehatkan aku, dan berikan rezeki kepadaku.”
- Membaca surat Al Fatihah dengan tartil sebelum dilanjutkan membaca surat pendek yang dianjurkan seperti surat Al A’la.
- Melaksanakan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana tata cara sholat biasa.
2. Rakaat Kedua
- Berdiri kembali setelah rakaat pertama selesai sambil mengucapkan takbir untuk memulai rakaat kedua sholat Idul Adha.
- Mengumandangkan lima kali takbir tambahan sebelum membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.
- Membaca dzikir di sela sela takbir menggunakan bacaan tasbih dan tahmid sebagaimana pada rakaat pertama.
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaah walhamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.
Artinya, “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
- Membaca surat Al Fatihah lalu dilanjutkan surat pendek yang dianjurkan seperti surat Al Ghasyiyah.
- Menyempurnakan gerakan rukuk, i’tidal, sujud, tasyahud akhir, kemudian diakhiri salam ke kanan dan kiri.
- Setelah sholat selesai, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah Idul Adha hingga selesai.
Sunnah Sebelum Berangkat Sholat Idul Adha
Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha agar ibadah terasa lebih sempurna dan penuh makna.
1. Mandi Sebelum Sholat
Membersihkan diri sebelum berangkat ke tempat sholat menjadi sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk penghormatan pada hari raya umat Islam.
2. Memakai Pakaian Terbaik
Umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian bersih, rapi, dan wangi ketika menghadiri pelaksanaan sholat Idul Adha bersama jamaah lainnya.
3. Tidak Makan Sebelum Sholat
Berbeda dari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan menahan makan hingga selesai sholat Idul Adha dan setelah penyembelihan hewan kurban dilakukan.
4. Berjalan Kaki ke Tempat Sholat
Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju lokasi sholat menjadi sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW pada hari raya Idul Adha.
5. Mengumandangkan Takbir
Takbir Idul Adha dianjurkan mulai malam hari raya hingga berakhirnya hari tasyrik sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Khutbah Setelah Sholat Idul Adha
Setelah pelaksanaan sholat selesai, imam atau khatib akan menyampaikan khutbah Idul Adha kepada seluruh jamaah yang hadir.
Khutbah biasanya membahas makna pengorbanan, kisah Nabi Ibrahim AS, keutamaan berkurban, serta ajakan meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena berisi nasihat dan pengingat penting mengenai kehidupan serta nilai ketakwaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sholat Idul Adha
Beberapa jamaah masih melakukan kekeliruan ketika melaksanakan sholat Idul Adha. Hal ini biasanya terjadi karena kurang memahami urutannya.
1. Salah Menghitung Jumlah Takbir
Sebagian jamaah lupa jumlah takbir tambahan pada setiap rakaat sehingga gerakan menjadi tidak serempak dengan imam.
2. Datang Terlambat ke Lokasi Sholat
Datang terlalu siang dapat membuat jamaah tertinggal rakaat atau bahkan tidak mendapatkan tempat di area pelaksanaan sholat.
3. Tidak Mendengarkan Khutbah
Masih ada jamaah yang langsung pulang setelah salam padahal khutbah Idul Adha memiliki banyak pesan penting bagi umat Islam.
4. Menganggap Sholat Id Tidak Penting
Walau hukumnya sunnah, sholat Idul Adha tetap memiliki keutamaan besar dan menjadi syiar penting dalam ajaran Islam.
Makna Idul Adha dalam Kehidupan Muslim
Idul Adha mengajarkan arti keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Nilai tersebut tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Selain itu, ibadah kurban juga menjadi simbol kepedulian sosial karena daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Idul Adha membuat umat Islam belajar bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga sesama manusia.
Melalui pelaksanaan sholat Idul Adha, umat Islam diajak memperkuat persaudaraan, memperbanyak syukur, dan meningkatkan kualitas ketakwaan setiap tahun.








