25 Contoh Narasi Raport PAUD dan TK A/B Semester 2 Kurikulum Merdeka

25 Contoh Narasi Raport PAUD dan TK A/B Semester 2 Kurikulum Merdeka
Contoh Narasi Raport Paud dan TK Kurikulum Merdeka.

Raport anak usia dini bukan sekadar dokumen formal, melainkan cermin tumbuh kembang si kecil selama satu semester penuh.

Berbeda dari jenjang SD ke atas, penilaian di PAUD dan TK tidak mengenal angka. Semua capaian ditulis dalam bentuk narasi.

Narasi raport mencakup tiga elemen utama yaitu nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta dasar literasi dan STEAM.

Guru berperan besar dalam menyusun narasi ini karena setiap kalimat harus mencerminkan kondisi nyata masing-masing anak.

Tantangannya, tidak semua guru punya banyak waktu untuk menyusun kalimat yang tepat, variatif, dan tidak terkesan monoton.

Artikel ini hadir sebagai referensi praktis, lengkap dengan 25 contoh narasi siap pakai untuk semester 2 tahun ajaran 2026.

Daftar Isi

Mengapa Narasi Raport Lebih Bermakna dari Nilai Angka?

Anak usia 3–6 tahun berada di fase perkembangan yang sangat dinamis, sehingga angka tidak cukup merepresentasikannya.

Narasi memberi ruang untuk menggambarkan karakter, kebiasaan, kemajuan, dan potensi anak secara lebih utuh dan personal.

Orang tua pun lebih mudah memahami kondisi anak ketika membaca kalimat deskriptif ketimbang melihat deretan nilai numerik.

Selain itu, narasi memungkinkan guru menyisipkan saran konkret agar orang tua bisa turut mendampingi di rumah secara aktif.

Hal yang Wajib Ada dalam Raport PAUD dan TK Semester 2

Sebelum menulis narasi, pastikan raport mencakup seluruh komponen yang disyaratkan oleh Kurikulum Merdeka berikut ini.

  1. Data diri anak mencakup nama lengkap, NIK, dan informasi identitas lain yang diperlukan oleh pihak sekolah maupun dinas.
  2. Deskripsi capaian pembelajaran per elemen, yaitu nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta dasar literasi dan STEAM.
  3. Bagian refleksi orang tua, di mana wali murid menuliskan pengamatan mereka terhadap perkembangan anak di lingkungan rumah.
  4. Informasi kehadiran anak selama semester berlangsung, termasuk rincian absen karena sakit, izin, maupun tanpa keterangan.
  5. Data tinggi dan berat badan, khusus bagi peserta didik yang masih berusia di bawah 60 bulan atau lima tahun ke bawah.
  6. Lampiran portofolio berupa dokumentasi karya atau foto kegiatan anak sebagai bukti nyata proses belajar selama semester.

Contoh Narasi Raport PAUD dan TK A/B Semester 2

1. Nilai Agama dan Budi Pekerti: Mengenal Ibadah Sejak Dini

Ananda mulai terbiasa membaca doa sebelum dan sesudah makan tanpa harus selalu diingatkan oleh guru di kelas.

Sikap sopan kepada guru dan teman sudah terbentuk dengan baik. Ananda menyapa dan mengucapkan salam saat tiba di sekolah.

Orang tua disarankan membiasakan shalat berjamaah dan mengajak Ananda menghafal doa pendek secara rutin di rumah.

2. Nilai Agama dan Budi Pekerti: Kepedulian terhadap Sesama

Ananda menunjukkan kepedulian nyata, seperti membantu teman yang terjatuh dan mengambilkan barang milik temannya.

Perilaku ini mencerminkan nilai kasih sayang yang sudah mulai tertanam kuat dalam keseharian Ananda di lingkungan sekolah.

Orang tua dapat memperkuat kebiasaan ini dengan memberikan contoh langsung saat membantu tetangga atau anggota keluarga.

3. Nilai Agama dan Budi Pekerti: Kejujuran dalam Keseharian

Ananda sudah berani mengakui kesalahan kecil, misalnya saat tidak sengaja memecahkan sesuatu atau salah mengambil barang.

Sikap jujur ini sangat berharga dan perlu terus diperkuat agar menjadi karakter yang melekat hingga Ananda tumbuh dewasa.

Orang tua sebaiknya merespons kejujuran anak dengan apresiasi, bukan hukuman, agar anak tidak takut untuk berterus terang.

4. Nilai Agama dan Budi Pekerti: Menjaga Kebersihan sebagai Ibadah

Ananda sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan merapikan mainan setelah selesai bermain di dalam kelas.

Kebiasaan ini terbentuk karena Ananda memahami bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari syukur kepada Tuhan.

Orang tua diharapkan meneruskan kebiasaan ini di rumah dengan memberi tugas kecil seperti merapikan tempat tidur sendiri.

5. Nilai Agama dan Budi Pekerti: Sayang kepada Makhluk Hidup

Ananda terlihat antusias saat kegiatan menyiram tanaman dan selalu mengingatkan teman untuk tidak memetik bunga sembarangan.

Rasa sayang terhadap lingkungan ini mencerminkan pemahaman awal bahwa alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga bersama.

Orang tua dapat mengajak Ananda merawat tanaman kecil di rumah sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik.

6. Jati Diri: Percaya Diri dalam Berbicara

Ananda sudah berani tampil di depan teman-teman untuk bercerita tentang pengalaman liburannya dengan suara yang jelas.

Kemampuan berbicara di depan umum ini adalah pencapaian penting yang perlu terus didorong agar semakin berkembang baik.

Orang tua dapat membiasakan Ananda bercerita setiap malam tentang apa yang dialami dan dirasakannya sepanjang hari itu.

7. Jati Diri: Mengenal dan Mengelola Emosi

Ananda sudah mampu menyebutkan perasaannya, seperti senang, sedih, atau marah, saat ditanya oleh guru di dalam kelas.

Kemampuan mengenali emosi diri sendiri adalah fondasi penting bagi kecerdasan emosional yang sehat di masa mendatang.

Orang tua disarankan menggunakan kalimat reflektif seperti “Kamu kelihatan sedih, ada apa?” untuk membantu Ananda berlatih.

8. Jati Diri: Kemandirian dalam Kegiatan Harian

Ananda sudah mampu memakai sepatu sendiri, menyimpan tas di loker, dan menyiapkan perlengkapan belajar tanpa bantuan.

Kemandirian ini terbentuk dari pembiasaan konsisten yang dilakukan guru di sekolah maupun orang tua di rumah secara bersama.

Orang tua dapat memperluas latihan kemandirian dengan membiasakan Ananda membereskan piring setelah selesai makan.

9. Jati Diri: Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Ananda selalu mengajukan pertanyaan saat kegiatan sains berlangsung dan tidak berhenti sebelum mendapat jawaban yang memuaskan.

Sifat ingin tahu ini adalah modal besar bagi perkembangan kognitif Ananda dan harus terus difasilitasi dengan sebaik-baiknya.

Orang tua diharapkan tidak buru-buru menjawab, melainkan mengajak Ananda berpikir bersama untuk menemukan jawabannya.

10. Jati Diri: Disiplin dan Tanggung Jawab

Ananda selalu datang tepat waktu, meletakkan sepatu di rak dengan rapi, dan mengikuti aturan kelas tanpa perlu diingatkan.

Kedisiplinan ini mencerminkan kebiasaan baik yang sudah terbentuk dan menjadi contoh positif bagi teman-temannya di kelas.

Orang tua disarankan tetap konsisten menerapkan rutinitas pagi di rumah agar kebiasaan disiplin ini terus terjaga dengan baik.

11. Dasar Literasi: Mengenal Huruf dan Kata

Ananda sudah mampu menyebutkan nama huruf A hingga Z dan mulai membaca suku kata sederhana seperti “ba”, “bi”, dan “bu”.

Perkembangan literasi awal ini sangat positif dan menjadi pondasi penting sebelum Ananda memasuki jenjang sekolah dasar.

Orang tua dapat membiasakan membaca buku bergambar bersama setiap malam selama minimal sepuluh menit sebelum tidur.

12. Dasar Literasi: Kemampuan Menyimak Cerita

Ananda mampu menyimak cerita yang dibacakan guru hingga selesai dan menjawab pertanyaan sederhana tentang isi cerita.

Kemampuan menyimak yang baik mencerminkan konsentrasi dan pemahaman bahasa yang sudah berkembang dengan cukup baik.

Orang tua diharapkan rutin membacakan cerita anak sebelum tidur untuk memperluas kosakata dan daya imajinasi Ananda.

13. Dasar Matematika: Berhitung 1 hingga 20

Ananda sudah lancar menghitung benda nyata dari 1 hingga 20 dan mampu menyebutkan urutan angka tanpa bantuan dari guru.

Kemampuan ini menunjukkan kesiapan numerasi awal yang baik untuk bekal Ananda masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

Orang tua dapat melatih kemampuan ini melalui aktivitas menyenangkan seperti menghitung buah, benda, atau mainan bersama.

14. Dasar Matematika: Mengenal Bentuk Geometri

Ananda mampu menyebutkan dan menunjuk bentuk lingkaran, segitiga, dan persegi panjang pada benda di sekitar kelasnya.

Kemampuan ini menunjukkan bahwa konsep geometri dasar sudah mulai dipahami dengan baik oleh Ananda di semester ini.

Orang tua dapat memperkaya pemahaman ini dengan mengajak Ananda mencari dan menyebutkan bentuk benda di dalam rumah.

15. Dasar Sains: Eksplorasi Alam Sederhana

Ananda sangat antusias saat kegiatan mengamati pertumbuhan kecambah dan selalu ingat untuk menyiramnya setiap pagi.

Ketertarikan terhadap fenomena alam ini adalah benih penting dari semangat belajar sains yang akan tumbuh lebih besar lagi.

Orang tua dapat mengajak Ananda berkebun mini di rumah atau mengamati cuaca setiap pagi sebagai kegiatan menyenangkan.

16. Dasar Teknologi: Menggunakan Perangkat Digital Terbimbing

Ananda sudah bisa menggunakan tablet untuk melihat video pembelajaran dengan arahan guru dan tidak menggunakannya sendiri.

Kebiasaan menggunakan teknologi secara terbimbing ini penting untuk membentuk literasi digital yang sehat sejak usia dini.

Orang tua sebaiknya mendampingi Ananda saat menggunakan perangkat digital dan menetapkan batas waktu yang jelas dan konsisten.

17. Dasar Seni: Menggambar dan Mewarnai

Ananda menunjukkan kemampuan mewarnai yang rapi, sudah mulai tidak keluar garis, dan memilih warna dengan lebih terencana.

Perkembangan motorik halus yang tercermin dalam kegiatan ini sangat baik dan patut mendapat dukungan penuh dari orang tua.

Sediakan waktu dan alat menggambar di rumah agar Ananda bisa mengekspresikan diri melalui karya seni secara bebas.

18. Projek P5: Aku Sayang Bumi

Ananda aktif dalam projek bertema lingkungan dan selalu mengingatkan teman-temannya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Kepedulian terhadap alam yang tumbuh dari projek ini mencerminkan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang sangat positif.

Orang tua dapat melanjutkan tema ini di rumah dengan memilah sampah atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai bersama.

19. Perkembangan Motorik Kasar: Aktif Bergerak

Ananda aktif dalam kegiatan fisik seperti berlari, melompat, dan bermain lempar tangkap bola bersama teman di lapangan.

Perkembangan motorik kasar yang baik mendukung kesehatan fisik sekaligus melatih koordinasi tubuh Ananda secara optimal.

Orang tua diharapkan memberi waktu bermain di luar ruangan setiap hari agar aktivitas fisik Ananda tetap terjaga baik.

20. Perkembangan Sosial: Empati terhadap Teman

Ananda terlihat mendekati teman yang menangis dan mencoba menghiburnya dengan menepuk pundak atau menawarkan mainan.

Empati yang tumbuh sejak dini ini merupakan kecerdasan sosial yang sangat berharga dan perlu terus dipupuk dengan baik.

Orang tua dapat membacakan cerita tentang tokoh yang berempati agar Ananda semakin memahami perasaan orang lain.

21. Perkembangan Bahasa: Kemampuan Bercerita

Ananda mampu menceritakan kembali isi cerita yang baru didengar dengan urutan yang benar dan menggunakan kalimat lengkap.

Kemampuan bercerita yang baik mencerminkan daya ingat dan penguasaan bahasa yang berkembang dengan sangat positif ini.

Orang tua diharapkan aktif mendengarkan cerita Ananda dengan penuh perhatian agar Ananda semakin terlatih berbicara.

22. Perkembangan Fisik: Kesehatan dan Kebersihan Diri

Ananda sudah terbiasa mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah ke toilet tanpa harus selalu diingatkan.

Kebiasaan hidup bersih ini sangat penting untuk menjaga kesehatan Ananda dan perlu dipertahankan hingga jenjang selanjutnya.

Orang tua disarankan menjaga konsistensi kebiasaan ini di rumah dengan menyediakan sabun dan wastafel yang mudah dijangkau.

23. Narasi untuk Anak yang Masih Perlu Stimulasi Ekstra

Ananda masih membutuhkan pendampingan lebih dalam kegiatan pramenulis, terutama saat memegang pensil dengan benar.

Hal ini bukan hambatan, melainkan sinyal bahwa Ananda membutuhkan latihan motorik halus yang lebih intensif dan menyenangkan.

Orang tua dapat melatih dengan kegiatan meremas tanah liat, merobek kertas, atau menjumput benda kecil setiap harinya.

24. Narasi untuk Anak yang Pemalu

Ananda cenderung diam saat diminta tampil, namun di luar kelas Ananda sangat ceria dan aktif berbicara dengan guru.

Kondisi ini wajar dan bisa diatasi dengan menciptakan ruang aman bagi Ananda untuk tampil tanpa tekanan dari siapapun.

Orang tua dapat melatih kepercayaan diri Ananda dengan memberi kesempatan berbicara dan bercerita di depan keluarga.

25. Narasi untuk Anak yang Sudah Sangat Siap ke SD

Ananda menunjukkan kesiapan masuk SD yang sangat baik, mulai dari literasi, numerasi, hingga kemandirian dalam keseharian.

Perkembangan Ananda di semester ini sangat membanggakan dan mencerminkan kerja keras serta dukungan penuh dari keluarga.

Orang tua disarankan terus mempertahankan kebiasaan belajar yang menyenangkan agar transisi ke SD berjalan mulus.

Tips Praktis Menulis Narasi Raport yang Efektif

Menulis 20 hingga 30 narasi untuk seluruh murid bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan jika tidak dilakukan dengan strategi.

  1. Buat template dasar untuk setiap elemen capaian, lalu modifikasi sesuai kondisi spesifik masing-masing anak di kelas.
  2. Gunakan kata-kata positif meskipun sedang menggambarkan aspek yang belum berkembang, agar tidak menyinggung orang tua.
  3. Sertakan satu atau dua saran konkret di setiap narasi agar orang tua tahu apa yang perlu dilakukan di rumah bersama anak.
  4. Hindari kalimat yang terlalu umum seperti “anak sudah baik” tanpa menyertakan bukti nyata yang spesifik dan terukur jelas.
  5. Baca ulang setiap narasi sebelum diserahkan dan pastikan nama anak tidak tertukar antar satu siswa dengan yang lainnya.

Peran Orang Tua dalam Membaca dan Merespons Raport

Raport bukan dokumen satu arah. Orang tua diajak terlibat aktif melalui bagian refleksi yang tersedia di dalam raport.

Membaca narasi dengan seksama dan mendiskusikannya bersama guru adalah langkah penting yang sering dilewatkan orang tua.

Jika ada catatan yang belum dipahami, jangan sungkan bertanya langsung kepada guru karena komunikasi terbuka sangat penting.

Respons positif orang tua terhadap raport akan memberi sinyal kepada anak bahwa perkembangannya dilihat dan diapresiasi.